Awal Terjadi Serta Perjalanan Air Tanah*

            

                                                       courtesy: io.ppijepang.org

Peredaran air di bumi mengikuti daur yang berulang dan bersifat tertutup, dikenal sebagai daur hidrologi, dan airtanah merupakan bagian dari daur hidrologi tersebut. Sumber utama air tanah adalah air hujan yang meresap ke bawah permukaan hingga mencapai zona jenuh air dan akhirnya tersimpan di dalam lapisan batuan pembawa air yang disebut akuifer. Airtanah mengalir di bawah permukaan, dan selama pengalirannya airtanah mengalami berbagai proses yang membuat airtanah mengadung berbagai macam mineral dan akhirnya mempunyai kualitas yang berbeda di setiap tempat.

Airtanah tersimpan di dalam akuifer dengan kedalaman dari beberapa meter sampai dengan ratusan meter di bawah permukaan tanah, dan mempunyai waktu tinggal atau yang disebut sebagai residence time dari beberapa hari sampai jutaan tahun. Air tanah umumnya relatif mudah dan dapat ditemukan di semua tempat, walaupun dalam jumlah dan kualitas yang beragam. Kuantitas dan kualitas airtanah sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi daerahnya, baik bentuk bentang alam mapun kondisi batuannya. Airtanah dapat muncul ke permukaan tanah dengan berbagai cara yang umumnya dikontrol oleh kondisi geologi setempat

Airtanah yang muncul di permukaan dikenal sebagai mata air. Sejak jaman dahulu, mata air telah dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata air dapat muncul di berbagai bentang alam, baik di dataran, perbukitan maupun pegunungan. Airtanah maupun mata air dapat ditemukan di berbagai macam batuan, seperti endapan sungai yang berupa pasir-kerikil-kerakal, endapan batuan karbonat yang berupa batu gamping, ataupun pada endapan gunung api yang berupa endapan lahar, endapan breksi serta lava yang telah terkekarkan.

Mata air yang dijumpai di pegunungan umumnya terdapat pada batuan vulkanik baik berupa endapan lahar, breksi dan lava, yang umumnya muncul karena adanya pemotongan topografi terhadap lapisan pembawa air. Mata air di pegunungan dianggap sebagai sumber air yang sempurna, baik kuantitas maupun kualitasnya. Debit mata air di pegunungan umumnya besar dan menerus, karena di daerah ini umumnya merupakan daerah basah dengan intensitas curah hujan tinggi serta masih memiliki daerah tangkapan air yang relatif baik. Kualitas air yang didapatkan sangat baik, karena daerah pegunungan dianggap sebagai awal pemunculan airtanah ke permukaan, dimana relatif belum banyak dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia yang dapat menurunkan kualitas airtanah.

Indonesia merupakan daerah tropis basah dengan curah hujan yang relatif tinggi dan secara geologis terletak di daerah busur gunung api. Indonesia mempunyai lebih dari seratus gunung api aktif maupun non aktif dimana secara geologis gunung-gunung api tersebut membentuk lapisan-lapisan batuan yang sangat sempurna sebagai akuifer. Dengan curah hujan yang tinggi, maka umumnya daerah-daerah sekitar gunung api mempunyai kandungan airtanah yang cukup melimpah dengan kualitas yang sangat baik. Airtanah yang terletak di daerah gunung api di Indonesia umumnya mempunyai tingkat salinitas rendah, kandungan hidrogen karbonat dan kalsium, serta natrium melimpah secara alamiah, berasa segar, jernih dengan kandungan organisme yang sangat rendah.

Kondisi geomorfologi sangatlah berpengaruh terhadap keberadaan airtanah di suatu wilayah, dan terdapat pengaruh kuat antara genesis atau proses geomorfologi masa lampau terhadap pembentukan bentuk lahan saat ini, dan akhirnya berpengaruh terhadap proses pembentukan akuifer dan sifat hidrogeokimia. Dengan demikian geomorfologi suatu daerah akan menentukan hidrostratigrafi, keterdapatan serta karakteristik dari airtanah tersebut, serta proses hidrogeokimia. Hubungan tersebut memberikan arahan pada pencarian sumber mata air yang sempurna di daerah pegunungan.

*oleh Dr. Heru Hendrayana, Ahli Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada dengan spesialisasi di bidang Pengelolaan Sumber Daya Airtanah. Diunduh dari sini.

Inovasi tutup botol AQUA terbaru.

air untuk masa depan.*

Satu dari delapan penduduk di dunia atau sekitar 900 juta penduduk memiliki kesulitan dalam mengakses air bersih.

Untai kata ini saya dapatkan ketika saya sedang mencoba salah satu kuis mengenai ketersediaan air di situs nationalgeographic.com. Wow, 900 juta penduduk! Tentu, nilai 900 juta manusia jauh berbeda dengan nilai 900 juta permen coklat. Artinya, ini 900 juta yang mengandung 900 juta kehidupan— setiap kehidupan yang memiliki kisah menarik satu sama lain.

                         

                                               courtesy: tristia riskawati

Untuk menghidupkan makhluk hidup— air merupakan salah satu elemen penting yang tak boleh terlupa. Tujuh puluh persen tubuh manusia terdiri dari air. Coba kamu tidak minum air selama seminggu? Atau bayangkan, kamu tidak akan merasakan segarnya jus jeruk jika tidak ada air di dunia ini! Tragis, bukan?

Sayangnya, bumi ini, tak terkecuali Indonesia, masih menyimpan problematika tersendiri tentang air. Berkisar mulai dari air ledeng yang terkotori di perkotaan, privatisasi air, hingga kesulitan untuk akses air di pedalaman.

                   

                                                        courtesy: detik.com

Pengelolaan sumber daya air yang buruk menjadi penyebab utama tidak meratanya penyebaran air. Masyarakat miskin harus membayar jauh lebih mahal guna mendapatkan air bersih. Yang tidak sanggup membayar, harus menggunakan air yang tidak bersih.

 

Usaha-usaha yang telah dilakukan pihak luar. 

Walaupun masalah air kian lama kian memusingkan jiwa raga, bukan berarti semua manusia hanya duduk manis menyaksikan gala sinema keterbelakangan ini. Telah dilakukan beberapa usaha-usaha layak puji oleh om-om, tante-tante, bahkan rekan sebaya kita dalam menyelamatkan sang elemen penting kehidupan ini.

Lembaga swadaya masyarakat dari Amerika Serikat, United States Agency International Developement (USAID), menstimulasi warga lokal untuk membaktikan diri dalam program penyelamatan bertajuk “model desa konservasi”. Model ini memberi peluang kepada masyarakat untuk mendapat akses yang aman untuk pemanfaatan konservasi kawasan hutan.

Produsen minum keluaran Danone, Aqua, juga turut berpartisipasi dalam program bernamakan “Satu untuk Sepuluh”. Jadi, setiap pembelian 1L AQUA (dengan label khusus), AQUA berkomitmen untuk memberikan fasilitas penyediaan akses terhadap 10L air bersih.

                     

                                                          courtesy: aqua.com

Anak muda negeri nyatanya tak selamanya tak mau peduli. Lihat apa yang telah dipikirkan teman-teman kita dari Universitas Gajah Mada (UGM). Mereka berinisiatif untuk memanenkan air hujan! Mekanismenya, air ditampung pada saat hujan, lalu disimpan dalam suatu tampungan atau diresapkan ke dalam tanah nantinya.

 

Sekarang kita yang jadi pahlawan! 

Kamu merasa diri kamu tidak pandai dan terlalu muda untuk menyelamatkan persediaan air kita? Hey, kita semua, termasuk adik kecil umur lima tahun kamu nyatanya dapat berpartisipasi dalam bentuk sekecil apapun kok dalam menyelamatkan persediaan air.

                      

                                           courtesy: tristia riskawati.

Coba mulai untuk tidak mandi berlama-lama. Atau bawalah sendiri minum dari rumah. Gunakan air bekas mencuci sayur-sayuran di rumahmu untuk menyiram tanaman. Dan langkah yang paling mulia adalah dengan mengajak teman-teman, serta merta keluargamu untuk turut berpartisipasi dalam usaha konservasi air.

Klik deh, http://airuntuksemua.tumblr.com/post/2741945745/pahlawan-penyelamat-air, yang telah saya buat sebelumnya. So you can be a hero of this living world. Oh, yes, we can.


*Dari berbagai sumber.

"now i see the secret of the making of the best persons, it is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth."

walt whitman

pahlawan penyelamat air.*

Hey! Kamu nggak perlu kok jadi aktivis lingkungan full-timer atau jadi menteri lingkungan hidup untuk menyelamatkan air. Just stay to be yourself, but in wiser and greener ways. Berikut poin-poin sederhana yang dapat kamu praktekkan untuk jadi pahlawan penyelamat air.

#1 Ketika sedang mencuci tangan atau piring di wastafel, jangan biarkan air keran terus mengalir ketika sedang membubuhkan sabun pada tangan/piring/dll. Atau siapkan dua bak cuci khusus, satu sebagai tempat air untuk mencuci, satu sebagai tempat air untuk membilas.

                      

#2 Nyalakan mesin cuci pakaian atau mesin cuci piring ketika pakaian atau piring sudah memenuhi mesin tersebut. Ini dapat menghemat 1000 galon per bulan, lho.

#3 Siram tanaman di pagi atau sore hari. Menyiram tanaman pada tengah hari, mengakibatkan sebanyak 14% air tak sanggup diserap tanaman karena penguapan.

#4 Cucilah barang-barang di bak cuci piring atau ember yang telah terisi air, ketimbang mencucinya di keran yang mengalir.

#5 Untuk membersihkan kotoran di rumah atau jalan, gunakan sapu daripada menggunakan penyemprot air. Ini menghemat lebih dari 80 galon air setiap waktu kamu membersihkannya itu.

#6 Setiap 7 liter air baru bisa menghasilkan 1 liter air kemasan, oleh karena itu bawalah sendiri air dalam botol yang dapat dipergunakan berulang kali, baru bisa membuat air dipergunakan pada tempatnya. Setiap tahun kamu bisa menghemat 577 galon air, wow.

#7 Cukup gunakan waktu 5 menit untuk mandi. Gunakan shower ketimbang bathub. Bathtub dapat membuang air sebesar 60 liter.

                  

#8  Matikan air ketika gosok gigi dan kamu akan menghemat air 4 galon per menit. Itu  sama dengan 200 galon seminggu untuk keluarga berjumlah 4 orang.

#9  Kumpulkan air yang kamu gunakan untuk membilas produk anda dan gunakan lagi untuk menyiram tanaman di rumah.

#10  Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.

#11  Biarkan cabang-cabang rendah pada pepohonan dan semak-semak dan biarkan sampah dedaunan menumpuk di tanah. Hal ini menjaga tanah supaya tetap sejuk dan mengurangi penguapan.

#12 Hindari pemasangan ornamen di rumahmu yang menggunakan air (air mancur, kolam dll) kecuali air itu didaur ulang.

#13 Kamu punya binatang peliharaan,kucing atau anjing? Saat memandikannya,sebaiknya direrumputan agar airnya jg ikut menyiram tanaman dan diserap tanah.

#14 Saat kamu menyisakan es batu bekas air minum, jangan buang es ke tong sampah. Sebaiknya buang ke tanah agar diserap tanaman.

#15 Sebarkan ide-ide ini kepada orang tua serta teman-temanmu. Doronglah sistem sekolah kamu dan pemerintah daerah untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan etika konservasi air bagi anak-anak dan orang dewasa.

Semangat!

Salam hijau. :)



*Dari berbagai sumber. Gambar dari ini dan ini.

Overview - Water & Environmental Sanitation*

Water and sanitation conditions remain very poor in most areas of Indonesia, resulting in high rates of susceptibility to water-related diseases, especially among children. In 2004, only 53.4% of Indonesia’s population obtained its water from sources further than 10 metres from excreta disposal sites – a universal standard for water safety. 

In Jakarta, for instance, 84% of samples from shallow wells were contaminated by faecal coliform.

Since communities are not always aware of the importance of good hygiene, hygiene practices are often not conducive to good health, and latrines are not maintained or used appropriately. High occurrences of diarrhoea, skin disease, intestinal and other waterborne disease in low-income communities therefore remain a frequent obstacle to improving child health more generally.

Besides poor access to safe water, a failure to aggressively promote behavioural change - particularly among low-income families and slum dwellers – has further worsened Indonesia’s water and sanitation situation. The provision of clean drinking water has unfortunately not yet been taken up as a serious development priority in Indonesia, particularly at the provincial government level.

*dikutip dari http://www.unicef.org/indonesia/wes.html

satu tetes berbahaya.

 

Satu tetes oli dapat membuat 25 liter air tidak dapat diminum. Satu sendok teh pembasmi hama dapat mengontaminasi air minum yang dapat memenuhi 20 kolam renang ukuran pertandingan olimpiade.

—National Geographic


*gambar diambil dari sini

Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA

Seperti namanya, Kompas MuDa dapat dikatakan merupakan juniornya Kompas. Kompas MuDa merupakan komunitas yang dibangun oleh kaum muda, dari kaum muda, dan untuk kaum muda. Kompas MuDa memiliki beberapa output, di antaranya suplemen sebanyak 2 lembar yang terselip dalam koran Kompas setiap hari Jumat, dan sebuah website beralamatkan www.mudaers.com.

                    

Empat tahun lamanya Kompas MuDa berkiprah dalam dunia jurnalistik anak muda. Oleh karena itu, mengiringi peringatan ulang tahunnya yang ke 4, Kompas MuDa mengadakan berbagai kompetisi. Termasuk di antaranya adalah Kompetisi Web Kompas MuDa & AQUA.

Bekerja sama dengan produsen air mineral ternama, AQUA, tema kompetesi web kali ini adalah “Air untuk Masa Depan”. Yang dapat berpartisipasi tentulah dibatasi, yaitu muda-mudi berusia 15-22 tahun. Artinya, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa dapat unjuk gigi dalam ajang ini.

Peserta dapat menggunakan top level domain sendiri, maupun subdomain. Bahkan peserta dapat memanfaatkan fasilitas blog gratisan. Penilaian kompetisi tidaklah hanya kualitas tulisan yang mumpuni atau desain yang ciamik saja, melainkan perpaduan kualitas antara keduanya. 

              

Penyaringan 200 besar finalis kompetisi akan ditentukan lewat peringkat web/blog di mata mesin pencari google.co.id sesaat setelah kompetisi ditutup, dengan kata kunci yang dikompetisikan yaitu “Kompetisi Web Kompas Muda & AQUA”. Peserta juga diharuskan mencantumkan tautan balik ke www.mudaers.com.

Terdapat satu entri wajib yang harus tercantum dalam web/blog yang dikompetisikan. Entri tersebut adalah tulisan dengan tema IT’s about Us: Air untuk Masa Depan. Minimal karakter berjumlah 3000, termasuk spasi.

Jika dirasa cukup rampung, kamu dapat mengirimnya ke: lombaweb@mudaers.com. Pada subjek email, cantumkan nama web/blog kamu. Lampirkan pula data lengkap dirimu.

Berminat? Jika jawabannya ya, saya ucapkan “Selamat bersaing.” :)

"Water is life’s mater and matrix, mother and medium. There is no life without water."

Albert Szent-Gyorgi (Hungarian Biochemist, 1937 Nobel Prize for Medicine)


puisi.

         

Air baru sebenar-benar air kalau ada yang terasa meluncur, kalau ada yang menggoyangnya, kalau ada yang berterima kasih karena bisa bernapas di dalamnya.

Ia sama sekali tak suka bertanya siapa gerangan yang telah mempertemukan kalian di sini.


Ia tak peduli lagi apakah berasal dari awan di langit yang kadang tampak bagai burung kadang bagai gugus kapas kadang bagai langit-langit kelam kelabu.


—Sapardi Djoko Damono

*gambar diambil dari wikipedia.org